Jokowi Makan Dan Minum Pakai Tangan Kiri

Sunnah Rasulullah SAW Dalam Adab Makan Dan Minum

By in Islam, Kesehatan on 5 Mei 2017

Ensiklopedia.org – Ternyata arahan Rasul ini dapat dibuktikan secara ilmiah. Sejak berabad-abad lalu, selama Al-Qur’an diturunkan, Rasulullah SAW sudah memberi contoh-contoh yang baik dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bahkan di jaman serba modern seperti sekarang ini. Apa yang Rasul contohkan disebut sunnah, dan beliau adalah teladan yang paling baik alias uswatun hasanah.

Salah satu dari sunnah Rasul adalah adab makan dan minum. Rasul menyeru agar makan dan minum membaca doa sebelum suapan pertama, menggunakan tangan kanan dan sambil duduk. Mengapa kita harus mengikuti sunnahnya khususnya dalam adab makan dan minum?

MAKAN DAN MINUM HARUS DIAWALI DENGAN DOA

Teman Rasulullah pernah tidak berdoa saat makan bersama beliau, Rasulullah hanya tersenyum-senyum saja melihatnya, karena setan ikutan makan di belakang temannya itu. Di beberapa suapan terakhir, temannya ingat dan membaca doa, “Bismillahi awalli wal akhiri” lalu setan memuntahkan semua makanannya dan Rasulullah tertawa terbahak-bahak sampai terlihat giginya yang rapi.

Makan dan minum yang diawali doa mencegah setan ikut makan bersama kita, makanya sering ada orang yang sudah makan banyak namun tidak merasa kenyang, karena makannya bersama setan.

 

MAKAN DAN MINUM HARUS DUDUK

Dalam tubuh kita ternyata ada penyaringnya yang disebut sfringer dan akan terbuka bila kita dalam keadaan berdiri. Penyaring yang ada di tubuh kita ini yang berfungsi untuk menyaring kotoran bahkan sebesar debu agar tidak masuk ke dalam ginjal dan mengganggu kinerja ginjal. Air yang masuk karena kita minum dengan berdiri akan seperti bypass yang meluncur deras turun ke kandung kemih, yang akibatnya akan membuat gagal ginjal, penyakit lambung, gagal ginjal.

Dan juga seperti standing party ala barat, tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang mengedepankan kesopanan dan keanggunan. Orang yang makan dan minum berdiri dianggap tidak beretika dan tidak menghormati orang lain.

 

MAKAN MINUM MENGGUNAKAN TANGAN KANAN

Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri” (HR. Muslim)

Pola hidup Rasulullah SAW berikutnya yang harus ditiru adalah makan dengan tangan kanan dan tiga jari saja, Prof. Dr . Abdul Basith Muhammad as-Sayyid, seorang pakar kedokteran dan biofisika, telah menulis kitab yang sangat bagus mengenai hal ini berjudul “at-Taghdziyah an- Nabawiyah, al-Ghadza baina ad-Daa wa ad-Dawa”. Kitab ini telah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Almahira dengan judul “Pola Makan Rasulullah, Makanan Sehat Berkualitas menurut Al-Quran dan as-Sunnah”. Buku ini memuat petunjuk cukup lengkap mengenai bagaimana Nabi mengatur program diet sehat sehingga kesehatan tubuh terjaga.
Orang suka jijik jika melihat orang lain makan tanpa sendok alias tangan kosong, terkesan jorok dan tidak berpendidikan. Namun justru disitulah letak rahasia kesehatannya. Hikmah di balik sunnah Rasulullah SAW adalah terdapat enzim RNAse yang mengikat bakteri (artikel paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010). Silahkan teman-teman di bidang kesehatan bisa membuktikannya kalau makan dengan tangan justru lebih menyehatkan. “Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)

Dengan tiga jari, makanan yang masuk volumnya lebih kecil dan mudah dicerna, enzim ptialin dan enzim saliva dalam mulut dapat mencerna dengan baik. Makanan lebih lembut saat masuk ke dalam lambung. Lambung dapat bekerja secara bertahap dan memungkinkan sel-sel syaraf memahami situasi kenyang. Jadi kita dapat berhenti makan sebelum kenyang, karena makan berlebihan pun tidak baik, menyebabkan kita makin malas dan penumpukan lemak yang bisa mendatangkan penyakit diabetes dan obesitas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *