Larangan Tidur Dalam Islam

Larangan Tidur Dalam Islam Pada Waktu-Waktu Tertentu

By in Islam on 27 Mei 2017

Ensiklopedia.org – Hal apapun yang dilarang dalam Islam berarti ada mudharat dan hikmah yang wajib diketahui agar kita dapat mengerti mengapa hal tersebut dilarang. Termasuk dalam hal pelarangan mengenai kita tidur pada waktu-waktu tertentu yang tidak diperbolehkan. Hikmah pelarangan biasanya karena terdapat hal yang tidak baik yang akan  terjadi pada kita bila kita mengerjakannya. Dalam hal pelarangan tidur ini sangat berkaitan erat dengan kesehatan. Berikut adalah beberapa waktu tidur yang dilarang dalam Islam. Mari kita cek!

Tidur Setelah Subuh atau Tidur di Waktu Pagi

Bagi sebagian orang, mungkin tidur hanya perkara sepele. Tinggal berbaring, memejamkan mata dan membaca doa. Namun Islam mengatur semuanya bahkan perkara tidur sekalipun. Memang tidur setelah sholat subuh adalah yang paling nikmat, karena kita pasti merasa sangat mengantuk. Namun Rasulullah SAW melarang hal ini.

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :

“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

 

Selain secara hadis Rasulullah SAW telah melarang, ternyata dalam ilmu kesehatan pun memang tidur di pagi hari itu banyak dampak buruknya, yakni:

  • Mengganggu metabolisme tubuh dan membuat berat badan berlebih.
  • Badan menjadi lesu seperti orang sakit, karena tubuh tidak dapat memulai sistemnya.
  • Pagi hari adalah waktu produktif dan saat pikiran masih segar, jika kita tidur di pagi hari maka kita akan kehilangan waktu produktif yang sangat berharga, sehingga menjadi malas menjalani sisa harinya.

 

Tidur Sebelum Waktu Isya’

Kebanyakan hadis–hadis menerangkan bahwa makruh tidur sebelum shalat isya’.

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Dan dikutip dari At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya”. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadhan saja.”

 

Tidur Dalam Posisi Tengkurap
Dari Thakhfah Al-Ghifari r.a, salah seorang di antara ash-habush shuffah (para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi) diceritakan: “Aku tidur di masjid pada akhir malam, kemudian ada orang yang mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi tengkurap. dan berkata: “Bangunlah dari tengkurapmu, karena tidur yang demikian adalah tidurnya orang-orang yng dimurkai Allah.” Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat ia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun kemudian bangkit.”( HR. Al-Bukhari, dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 1187, Ibnu Majah, no. 3723, Ahmad, no. 7981, At-Tirmidzi, no. 2768)

Dalam riwayat lain pun Ibnu Majah mengatakan: “Ada apa denganmu sehingga tidur dengan posisi seperti ini (tengkurap), tidur seperti ini adalah tidurnya orang yang dibenci atau dimurkai Allah -Subhanahu wa Ta`ala.”
Mengapa hal ini sangat dibenci oleh Allah? Diterangkan dalam hadits dari Abu Dzar -radhiallahu ‘anhu-, ia berkata:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di sisiku sementara aku sedang tidur tengkurap, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bersabda: ‘Wahai Junaidab, sesungguhnya hanyalah tidur seperti ini adalah tidurnya penghuni neraka’.” (HR. Ibnu Majah, no. 3724)

Dalam ilmu kedokteran modern pun sudah membuktikan bahwa memang tidur tengkurap berbahaya, apalagi tidurnya pulas dan lama karena saat tidur tengkurap, otot dada atau otot pernafasan kita tidak dapat mengembangkan dada dengan baik dan maksimal, sehingga  aliran oksigen menjadi lebih sedikit dan bisa berakibat menjadi sesak nafas. Banyak kasus juga yang akhirnya meninggal dalam posisi tidur tengkurap.

 

Tidur Setelah Sholat Ashar Menjelang Magrib

Kebiasaan tidur sore hari dapat membuat kepala pusing, badan sakit dan linglung. Kadang bangun dalam keadaan kaget mengira hari sudah pagi padahal baru akan masuk malam. Pikiran dan jiwa jadi gampang berpikiran buruk. Ulama mengatakan, “Siapa saja yang tidur selepas waktu ashar sehingga terganggu kejiwaannya, maka janganlah ia mencaci selain dirinya sendiri“.

Tidur Setelah Selesai Makan

Memang setelah makan membuat badan menjadi ringan dan mengantuk, rasanya ingin segera tidur. Namun hal ini sangat dilarang karena makanan akan sulit dicerna jika tubuh kita dalam keadaan tidur. Sistem kerja pencernaan menjadi lambat dan tidak maksimal. Sehingga asam lambung akan naik dan membuat tenggorokan panas saat bangun nanti.

Tidur Sepanjang Hari

Tidur panjang lebih bagus adalah waktu malam, sedangkan tidur panjang saat siang hari malah akan membuat badan tambah lemas. Sangat tidak dianjurkan tidur sepanjang hari kecuali saat keadaan sedang sakit. Sakit pun bila masih bisa bergerak sebaiknya dipakai untuk bergerak jangan hanya berbaring terus. Terlalu banyak tidur dalam Islam hukumnya makruh, dapat mematikan hati, menimbulkan kemalasan dan gangguan kesehatan tubuh.

Tidak baik tidur sepanjang hari, kecuali dalam keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkan seperti sakit. Terlalu banyak tidur juga tidak dianjurkan dalam Islam dan hukumnya makruh. Banyak tidur dapat mematikan hati, menimbulkan kemalasan, dan gangguan kesehatan tubuh.

 

Setelah mengetahui dampaknya, masih kalian akan tidur di waktu –waktu tersebut? Lebih baik hindari dan bila mengantuk sekali, kerjakan hal yang bisa membuat mata segar lagi agar tidak tidur di waktu yang dilarang untuk menghindari gangguan pada kesehatan kalian. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *