Ketahuilah Ini Cara Allah SWT Memberi Rezeki

Ketahuilah Ini Cara Allah SWT Memberi Rezeki

By in Islam on 31 Maret 2017

Pernahkah kalian tidak bisa makan dalam sehari atau kelaparan karena merasa rezeki terasa terhenti? Atau pernahkah kalian tiba-tiba mendapat rezeki dari arah yang tak di sangka-sangka? Membahas rezeki membuat kita berpikir ternyata banyak hal yang terjadi diluar nalar kita. Allah punya cara sendiri dalam bekerja, memenuhi semua kebutuhan makhluk-Nya bahkan bayi yang masih di dalam kandungan yang tidak bisa berbuat apa-apa pun sudah ada rejekinya sendiri.

Rezeki bukanlah hanya berupa materi, namun segala apapun yang kita punya, kita dapatkan, kita miiki, dan kita pakai baik di dalam dan di luar tubuh kita disebut rezeki juga. Bisa bernafas saja sudah suatu rezeki yang nikmatnya tiada tara dan beginilah cara-cara Allah memberi rezeki berdasar tingkatannya.

 

Ketahuilah Ini Cara Allah SWT Memberi Rezeki

 

REZEKI TINGKAT PERTAMA

Paling pertama dan tingkat terendah ialah rezeki yang sudah dijamin oleh Allah. Semua makhluk tanpa terkecuali sudah dijamin rezekinya, tidak ada yang akan mati kelaparan hanya karena rezeki Allah terhenti, Rahmat dan rezeki Allah tidak pernah terhenti barang sedetikpun, kemungkinan yang ada makhluk itu yang tidak mau berusaha. “Tidak suatu makhluk bergerak pun (bernyawa) di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya” (QS. 11:6).

Sedemikian jelas Allah menerangkan dalam AlQur’an bahwa tidak ada makhluk yang tidak mendapatkan rezekinya, semua rata Allah bagikan sesuai porsi dan sekehendak-Nya. Masihkah kita takut akan apa yang akan terjadi? Mari jadikan Allah sebagai sandaran hidup kita.

 

REZEKI TINGKAT KEDUA

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. 53:39)

Allah sudah menjelaskan dalam ayat suci AlQur’an tersebut di atas bahwa kita akan mendapatkan apa-apa sesuai yang kita kerjakan. Kita bekerja dua jam, makanya hasil yang kita dapat ya dua jam. Jika kita bekerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, dan lebih bersungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan kita nilai plus dan kita bisa mendapatkan hasil lebih banyak dari orang rata-rata. Tidak peduli orang tersebut muslim ataupun kafir. Kasih sayang Allah meliputi semuanya.

 

REZEKI TINGKAT KETIGA

“…….Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih” (QS. 14:7)

Rezeki yang hanya Allah berikan pada siapapun yang disayang-Nya. Orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Allah tak pernah ingkar janji, siapa yang pandai bersyukur pasti hidupnya lebih bahagia. Walau terlihat oleh orang lain, hidupnya penuh cobaan, namun dijadikan Allah dalam hatinya suatu kenikmatan yang tiada tara, karena dengan begitu orang tersebut dapat merasakan cinta Allah dan merasa selalu dekat dengan Allah daripada orang lain.

 

REJEKI TINGKAT KEEMPAT

Rezeki dalam tingkat paling atas ini hanya untuk orang-orang beriman dan bertaqwa dengan sebenar-benarnya pada Allah. Ini ada tingkatan paling istimewa, karena tidak semua dapat meraihnya. Hanya terdapat orang-orang pilihan Allah (muttaqun) yang benar-benar dicintai-Nya dan dipercaya Allah untuk mengatur pembendaharaan kekayaan Allah di bumi ini, sebagai khalifah yang benar-benar amanah dalam menjaganya.

 

“Sesungguhnya rezeki itu akan mencari seseorang dan bergerak lebih cepat dibanding ajal” (HR. Thabrani)

Rezeki seperti ajal dan tahu dimana alamat orang tersebut, tak peduli sedang berada dimana, bahkan di dalam lubang sempit dan gelap pun rezeki akan dapat menemukan kita. Rezeki satu makhluk sudah ditetapkan dalam Kitab Besar Lauh Mahfudz dan masih dapat dirubah sesuai dengan ikhtiarnya.

Dapatkah kita benar-benar menjadi khalifah Allah di bumi-Nya? Menjaga segala amanahnya dengan memperhatikan hak-hak Allah dan tidak hanya menuntut hak kita sebagai manusia karena Allah lebih dan maha tahu apa yang kita butuhkan dalam hidup ini. Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Itulah kenapa banyak orang yang stres dalam menjalani hidup ini karena membiarkan jiwanya terlalu menginginkan kenikmatan dunia yang semu dibanding memenuhi kewajibannya sebagai seorang hamba dan mendambakan kenikmatan akhirat yang tiada batas. Wallahu a’lam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *