Om Telolet Om

Fenomena Wabah Telolet

By in Peristiwa, Sosial on 1 Januari 2017

Akhir tahun 2016 terdapat wabah orang, terutama anak-anak yang ingin mendengar suara klakson bus atau truk atau bahkan kendaraan besar lainnya. Ini bermula di sebuah desa di Jepara, Jawa Tengah yang hampir setiap sore warga setempat berburu bunyi klakson khas bus antar kota yang melintas di desa mereka dan sambil berteriak dan membawa tulisan di kertas “Om Telolet Om” dan bagi sopir yang melihatnya akan dengan senang hati membunyikan klaksonnya. Sebenarnya apa sih tolelot itu? Kata “telolet” adalah tiruan bunyi (onomotape) untuk bunyi suara klakson sebuah bus, seperti “meong” untuk suara kucing atau “kring” untuk suara telpon berdering.

Telolet telah mengguncang dunia dan menjadi topik pembicaraan para selebritas, tokoh politik bahkan presiden ikut angkat bicara terdapat fenomena dadakan ini yang mirip dengan Pokemon Go yang sempat heboh pula.

Bahagia memang begitu sederhana dan mudah. Hanya dengan menedengarkan nada, klakson yang khas, mereka para anak-anak, remaja dan dewasa merasa puas dan senang, bergembira dan tertawa lepas. Pun tak jarang mereka mengunggah hasil rekaman video ke media sosial untuk membagikan kebahagian ini.

Di tengah peliknya kehidupan dan gesekan SARA (suku, ras, agama dan antar golongan) yang sedang berlangsung saat ini, fenomena telolet menjadi simbol protes terhadap keadaan (eskapisme). Menurut sosiolog Devi Rahmawati, fenomena ini sebagai bentuk pelarian massal terhadap permasalah yang terjadi dan berlarut di Jakarta.

Fenomena telolet pun timbul penyedia layanan aplikasi untuk pengguna smartphone, mendongkraknya penjualan aksesoris mobil atau kendaraan, menjamurnya sablon kaos bertulisan “Om Telolet Om, dan aksesoris pelengkap lainnya.

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *