Aung San Suu Kyi Peraih Nobel Perdamaian Diam Saat Muslim Rohingya Ditindas

By in Islam, Negara, Peristiwa, Politik, Tokoh on 24 November 2016

Aung San Suu Kyii Aung San Suu Kyii meraih penghargaan Nobel Perdamaian atas perjuangannya dalam memajukan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer. Wanita kelahiran 19 Juni 1945 ini mendapat jabatan penasehat negara baru-baru ini setelah ditahan oleh junta militer selama lebih dari 21 tahun. Jabatannya setara dengan Perdana Menteri.

Suu Kyii juga seorang aktivis  prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy (Persatuan Nasional untuk Demokrasi atau NLD) pernah mencalonkan diri menjadi presiden di negaranya namun terjegal karena konstitusi yang melarang janda dan keturunan asing untuk memimpin.

Suu Kyii sebagai penasihat negara Myanmar masih bungkam dan tidak mengeluarkan kata secara resmi soal aksi kekerasan militer terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Sittwe yang sudah berlangsung sejak awal Oktober lalu tahun ini. Setidaknya 86 warga sipil tewas dan 30.000 umat muslim melarikan diri akibat serangkaian kekerasan militer terhadap muslim Rohingya di Rakhine. Meski banyak korban, Suu Kyii tidak bergeming terhadap masalah ini dan seolah-olah membiarkan dan tidak ada suara terkait diskriminasi etnis Rohingya.


Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *