Abraham Lincoln

Abraham Lincoln, Sang Presiden Lawan Perbudakan

By in Tokoh on 28 September 2017

Ensiklopedia.org – Siapa yang tak kenal dengan salah satu orang paling berpengaruh di dunia ini? Ia merupakan seorang presiden yang menentang perbudakan dan segala tindakan tidak berprikemanusiaan lainnya.

Adalah Abraham Lincoln. Lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1865, Lincoln merupakan presiden Amerika Serikat ke-16 yang menjabat sejak 4 Maret 1861 sampai insiden pembunuhan tragis menimpanya pada 15 April 1865.

Sebelum resmi dilantik menjadi Presiden AS, Lincoln pernah bekerja sebagai pengacara, anggota legislatiff Illinois, dan anggota DPR Amerika Serikat. Sehingga bisa dibilang ia sangat berpengalaman dalam hal berpolitik.

Bersama wakilnya Hannibal Hamlin dan Andrew Johnson, ia berada di barisan paling depan menentang perbudakan. Hingga pihak Negara Konfederasi Amerika serikat yang pro perbudakan mengalami kekalahan.

Abraham Lincoln juga mengeluarkan dekrit Proclamation of Emancipation yang berisi perintah agar perbudakan dihapuskan pada 1863, dan membubuhkan pasal ke-13 dalam UUD AS tahun 1865.
Ia mengawasi peperangan dengan sangat baik, mampu mengorganisir anggotanya untuk bisa bekerja sama. Beberapa hasilnya antara lain Lincoln berhasil meredakan ketegangan dengan Inggris tahun 1861, wilayah selatan yang mampu diduduki pimpinannya tahun 1864, serta menyatukan opini publik melalui retorika serta pidatonya.

Lincoln menjalin hubungan pertama kali dengan Ann Rutledge, namun harus kandas lantaran pujaan hatinya meninggal dunia akibat demam tifoid. Kemudian ia bertemu dengan Marry Owens dari Kentucky dan melanjutkan kehidupan rumah tangganya yang bahagia.

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Lincoln muda juga pernah mengadu nasib sebagai pembelah kayu pagar, kelasi di kapal sungai, juru tulis, waiter, kepala kantor pos, tentara, dan akhirnya menjadi pengacara.

Pidatonya yang terkena adalah pidato Geeysburg tahun 1863, yang menjadi cikal serta bukti ketangguhan seorang Lincoln, bukan saja di mata warga Amerika tetapi juga di mata dunia.

Lincoln merupakan seorang religius. Semasa hidupnya ia sering mengunjungi gereja bersama istrinya. Ia juga sangat toleran terhadap keyakinan lain yang ada di sekitarnya. Lincoln diriwayatkan menderita penyakit genetik langka karsinoma tiroid meduler, neuroma mukasi, dan penampilan Marfinoid dengan penurunan berat badan serta wasting otot.

Eksistensi Lincoln sebagai orang yang memiliki kecerdasan dan kiprah luar biasa diabadikan dalam mata uang Amerika Serikat, penny, dan kertas $ 5. Ia juga muncul di banyak perangko kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *